Disfungsi Seksual

Disfungsi seksual

Disfungsi seksual

Apabila seorang pria mengalami penurunan aktivitas seksual tanpa disertai penyakit penyerta lainnya ( Diabetes, Hipertensi, Stroke, Stress berkepanjangan) waspada mungkin anda menderita disfungsi seksual. Cara untuk mengetahui disfungsi seksual adalah pemeriksaan hormon pria. Pemeriksaan hormon untuk kecurigaan kasus disfungsi seksual bisa dilakukan dengan pemeriksaan hormon Testosteron dan Hormon Prolactin. Hormon Testosteron merupakan hormon laki laki yang mempunyai fungsi mengaktifkan semua organ seksual lelaki, selain itu juga membesarkan masa otot, kebugaran dan vitalitas lelaki. Sedang hormon Prolactin merupakan hormon stress yang akan muncul bila lelaki tsb stress, sehingga mengganggu fungsi hormon Testosteronnya.

Cara pemeriksaan hormon Testosteron, sebaiknya dilakukan pada pagi hari antara jam 7 s/d 9, sebab pada saat itu secara alami siklus hormon Testosteron sedang tinggi di tubuh, yg kemudian berangsur2 menurun dan naik lagi saat malam hari. Sedang pemeriksaan hormon Prolactin bisa sewaktu waktu.

Penurunan hormon testosteron secara fisik bisa dilihat dari ereksi spontan di pagi hari, bila masih rutin dapat berarti hormon testosteronnya relatif bagus, sedang bila gak ada lagi memang sebaiknya diperiksakan.

Untuk diketahui bahwa gangguan kuantitas maupun kualitas seksual yg secara medis akan disebut disfungsi seksual (DS) bila gangguannya sudah menetap selama 3 bulan. jadi bila sesekali saja belum disebut disfungsi seksual.
Melihat asalnya DS ada beberapa macam penyebab :

  1. Organik (dari organ repruduksi)
  2. Psikogenik (kejiwaan)
  3. Iatrogenik (didapat)

Yang secara rinci penyebabnya sebagai berikut :

  1. Genetik (gangguan organ sexual)
  2. Hormonal (rendahnya hormon sex)
  3. Ada penyakit yang melatar belakangi (Diabet, darah tinggi, stroke)
  4. Gangguan pembuluh darah dan syaraf
  5. Kelainan bentuk penis
  6. Gaya hidup (alkohol, narkotik, prostitusi)
  7. Hambatan dorongan seksual (rasa bersalah, sakit, kelelahan, trauma)
  8. Psikis (stress, depresi, frustrasi)

Jadi dengan melihat faktor penyebab diatas, bapak bisa memperkirakan apakah sudah sampai ke tahap disfungsi seksual atau belum dan kira kira penyebabnya apa sehingga bisa untuk mengantisipasi bahkan mengatasinya, juga bila perlu untuk datang konsultasi ke dokter spesialis Andrologi.

Disfungsi Seksual | Admin | 4.5